Rabu, 12 November 2014
Lyrics you're not alone- owl city(feat. Britt Nicole)
Ed sheeran-all of the stars
It's just another night
And I'm staring at the moon
I saw a shooting star
And thought of you
I sang a lullaby
By the waterside and knew
If you were here,
I'd sing to you
You're on the other side
As the skyline splits in two
I'm miles away from seeing you
I can see the stars
From America
I wonder, do you see them, too?
So open your eyes and see
The way our horizons meet
And all of the lights will lead
Into the night with me
And I know these scars will bleed
But both of our hearts believe
All of these stars will guide us home
I can hear your heart
On the radio beat
They're playing 'Chasing Cars'
And I thought of us
Back to the time,
You were lying next to me
I looked across and fell in love
So I took your hand
Back through lamp lit streets I knew
Everything led back to you
So can you see the stars?
Over Amsterdam
You're the song my heart is
Beating to
So open your eyes and see
The way our horizons meet
And all of the lights will lead
Into the night with me
And I know these scars will bleed
But both of our hearts believe
All of these stars will guide us home
And, oh, I know
And oh, I know, oh
I can see the stars
From America
Read more: Ed Sheeran - All Of The Stars Lyrics | MetroLyrics
Ed sheeran-Thinking Out Loud
Ed sheeran-lego house lyrics
Lirik Annaconda-Nicky Minaj
Anaconda Lyrics - Nicki Minaj
Pantun jenaka
Dalam gudang ada ember dan kertas...Kara yang busuk taruh galian...Selamat siang para member sabataz...gimana kabarnya kalian...Burung camar makan tomat...Sehabis mkn terbang ke sawah...kalau kabar kalian sehat...aku ucapkan alhamdulilah...Burung camar diatas bukit...lagi makan buah pauh...jika kabar anda sakit...aku doakan moga cepat sembuh..
Tiap hari selalu telatdan terus di hukumhai sobat member sabataz semuasaya ucapkan assalamualaikumHujan turun rintik-rintikDuduk berdua di teras rumahIngin punya cewek cantikSyaratnya rumah dan mobil mewahBuah semangka campur belekGk nyangka ternyata gue jelekKue cucurpalanye botakudah muke lo ancurpalanya pitakkarung hilang dikasih semenditinggal ayam satu kaburgimana ente ϑϊ bilang cemendi kasih cendol malah kaburSeorang anak bernyanyi riasambil bernyanyi menari pulasiapa yang tidak bakal tertawadisangka waras ternyata gilaBangkok kota seribu pagodaMekah adalah kota suciKuakui kau sungguh menggodaTapi sayang kau seorang banciberibu_ribu pedagang peyekhanya 1 pedagang skotengberibu_ribu org yg jelexhanya aqqu org yg gantengjalan jalan ke tanah abangbeli sendal buatan jepanggua salut cewek sekarangpulang begadang jalanya ngegangJinak-jinak burung merpati,lebih jinak burung lelaki.Burung merpati dipegang lari,burung lelaki dipegang berdiri.Tanam pete dipinggir kali,petenya lari ga tau diri.Jangan misscall aja kalau berani,telpon gue kalau punya nyali.Pat pat ketupat,sepiring buat bertiga.Sepandai-pandai tupai melompat,kagak bakal lulus S3.Jalan-jalan ke kota paris.banyak rumah berbaris-baris.biar mati diujung keris.asal dapat dinda yang manis….Beli kentang dibuat rujak..biar mantap ditambah sambal..tidur terlentang tiada nyenyak..tidur tengkurap ada yang mengganjal..Rintik rintik turun hujan..masuk kamar sama teman..gadis cantik jadi pujaan..mau dilamar kok hamil duluan...Ke jakarta naiklah pesawat..Pesawat terbang, landingnya susah..Kalau cinta sudah melekat..Siang terbayang, malam mimpi basah..
jalan jalan sepatunya basahpergi kepasar membeli kecambahsekian dulu pantun dari sayalain kali akan saya tambah
Jika sudah namanya cintaHati terasa berbunga-bungaKalau sudah terbawa suasanaSenyum sendiri seperti orang gilaBakar ikan pakai bambuBungkus ikan pakai daun pisang baruBukan maksud untuk menggangguCuma mau bilang ko badanmu bauberakit-rakit ke huluberenang renang ketepianmantan udah kepenghulukita masih kesepianNyari monyet buat makan kutujang lupa bawa palusekali lg lo bilanggue jelek dan gak lucugw tabok pala lu
cerpen gokil
“Waduh gimane nih, Tar? Gue belum bisa bayar nih”. Ujar Idham panik
“Tenang… tenang… Lo serahin semua sama gue.” Gumam gue sembari menepuk dada.
“Kalau sampai hitungan tiga, kaga dibuka… Pintunya bakal gue dobrak. Satu… dua… tigaaa!!!”
Tukang kredit tersebut, berlari mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu. Namun, sebelum pintu terdobrak, gue sudah lebih dulu membuka pintu. Alhasil, dia kebablasan dan nabrak tembok. Haha
“Braaaakk.” Tembok papan tertabrak manusia yang tak berperikepapanan.
“Haduh, bang. Sakit yaaa? Sorry bang, saya ga sengaja.” Ujar gue sambil membopongnya
“Engga kok, ga sakit. Cuma senut… senut.”
“Duduk dulu, bang. Maaf nih, ga ada kursinya. Maklumlah anak kosan.”
“Iya iya ga papa. Mana si Idham?! Kok nih kosan, jadi banyak celana kolor begini? Ada fotonya Idham pula. Loh, kok lo malah nangis?” Tanya sang tukang kredit
“Saya ga tau lagi harus bilang apa ke abang. Tapi sebelum Idham pergi, Idham nitip surat ini bang.” Tukas gue terisak-isak nangis.
“saya juga ga nyangka. Begitu cepatnya dia pergi. Padahal saya udah menyiapkan kuda lumping buat surprise Hari Ulang Tahunnya.” Serobot gue sejurus kemudian.
“Surat apaan?! Idham pergi?”
“Abang baca aja sendiri. Nih suratnya! Biar lebih jelas.”
Bismillahirrahmaanirraahiim
Assalammualaikum Wr. Wb
Pertama-tama saya panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa. Mohon maaf sebelumnya, saya hanya bisa menyampaikan pesan melalui sepucuk surat ini. Walaupun, raga saya tidak ada di samping abang, tapi hati ini selalu tercurahkan untuk abang. Wajah abang selalu terbayang di benak saya, setiap saya mencuci kolor dengan menggunakan papan penggilesan kreditan dari abang.
“Iya, bang. Itu surat terakhir yang dia buat kayaknya. Khusus buat abang.” Jawab gue
“di surat ini, kolor berwarna kuning. Berarti kolor yang sekarang lo pake yaa?” tanyanya menduga.
“Iya bang. Kolor ini yang akan melunasi utang dia ke abang. Tolong dikhlasin ya, bang…” Mohon gue lugu
“Iye.. iye gue ikhlasin.”
“Bentar yaa, bang. Saya lepas dulu kolornya di kamar. Awas loh jangan ngintip. Kalau mau masuk, masuk aja. Hahaha” canda gue menggoda tukang kredit.
“Idih najis… udeh cepetan! Lama lo.”
“Iye.. iye.” Jawab gue mengiyakan.
Pertama gue disuruh menyiapkan nampan buat tempat kolornya. Setelah itu, gue diminta buat jalan di tempat dan jalan tegak maju dari kamar ke ruang tamu bagaikan pengibar bendera di Istana Negara. Prak… prak… prak… Begitulah bunyi hentakan kaki gue saat berjalan.
“Ku terima dengan tangan terbuka, sebagai ganti pembayaran papan penggilesan, Idham yang dibeli 6 bulan yang lalu.”
“Sah?” Tanya gue (soalnya kaga ada saksinya. Jadi, gue yang bilang sah)
“SAH!!!” Jawab bersama (Gue dan tukang kredit)
“Oke, bang. Udah impas yaa, utangnya Idham.” Tanya gue guna meyakinkan.
“Iye.. iye.. utang si Idham gue anggep impas.”
“Cepetan, Tar! Gue udah mau mampus di sini.” Idham menjawab dengan nada lemas
“Iye… iye bentar.”
Blog: taraprayogaipm.blogspot.com
Penulis bernama Tara Prayoga lahir pada 29 Agustus 1994 di Jakarta. Saat ini sedang menimba ilmu di Universitas Muhammadiyah Jakarta Jurusan Pendidikan Agama Islam. Penulis beralamat di Jalan Benda Timur 1 Blok F37 No. 5 Desa Benda Baru, Pamulang-Tangerang Selatan. Kontak person bisa melalui nomor HP di 085718815441 atau Email : ipmawan.sejati[-at-]gmail.com




